Selasa, 07 Juni 2016

Modus penipuan SMS berhadiah (Part II)


Karena web itu sangat terlihat meyakinkan, maka saya putuskan untuk sms nomor tersebut. Beberapa saat kemudian, saya langsung di telpon oleh nomor tersebut. Seperti dipercakapan formal layanan operator, saya ditanyai beberapa hal. terutama tentang kebenaran saya terkait Nasabah Bank tersebut, saldo di Bank/ATM saya (semacam konfirmasi data, sambil beralasan banyak hal. seolah “mereka” mau mengkonfirmasi akun Bank saya. Mungkin supaya terkesan saya benar-benar pemilik akun itu, seperti di program berhadiah yang legal/beneran), saya beruntung mendapatkan hadiah uang, dan perihal kenapa mereka menggunakan nomor telp biasa (jaringan operator komersil) bukan nomor resmi Bank tersebut.

Akhir percakapan itu, saya diminta ke ATM untuk mencairkan Hadiah saya. Saya agak bingung dan cukup sadar. Awalnya karena bngung, saya matikan saja telponnya. Ketika mendengar disuruh ke ATM. Namun pihak sana tiba-tiba menelpon lagi. Sebanyak 3x (kalau saya tidak salah ingat), lalu di telpon terakhir saya angkat. Saya teringat dengan beberapa berita / kasus yang menyebutkan bahwa ada penipuan model hipnotis melalui telp. Maka saya pun kemudian berdalih kalau saat itu saya ada acara. Saya bilang ke dia, setelah jumatan mungkin bisa. “saya punya rencana”, sambil berbicara dengan “dia”,pikiran saya pun memikirkan hal lain.

Setelah itu, saya putuskan untuk mengikuti aturan main sana. Setelah Jumatan saya sms lagi, dan si pelaku (selanjutnya ; “dia”) langsung menelpon saya. Karena saya masih belum berangkat, percakapan jadi singkat. Saya bilang saya masih mau berangkat. Maka, setiba di ATM, saya kabari “dia” dan “dia” pun menelpon. Saya pun diintruksi untuk mengikuti perintahnya. Yang jelas, ketika memasukkan kartu ATM saya. Saya langsung diperintah untuk memilih bahasa Inggris. Maka selanjutnya, ini akan cukup berbahaya terutama seperti saya yang tidak begitu mahir bahasa inggris. 

Oya, lupa. terkait rencana saya. Sebelumnya saya mengajak teman saya. Saya bercerita kepada dia tentang kronologi peristiwa ini, kemudian saya juga sampaikan ke dia kalau saya mau mencoba menelisik bagaimana cara kerja “dia”. Saya juga berpesan kepada teman saya, jikalau saya bertindak aneh dan kelihatan tidak sadarkan diri , kagetkan atau pukul saya. Siapa tau saya berada dalam hipnotis.

 Lanjut cerita, diakhir cerita saya disuruh mentransfer sejumlah uang kepada sebuah nomor hanphone. Ya, seingat saya itu nomor telkom**l. Jadi, uang itu semacam dijadikan pulsa. Saya kemudian berhenti sejenak. Kemudian, pikir saya waktu itu jangan-jangan ini benar. Jangan-jangan ini memang hadiah untuk saya, karena toh saya benar-benar menggunakan Bank tersebut dan webnya meyakinkan. Saya juga berpikir, kalaupun uangnya hangus, toh cuman 200rb, tidak terlalu banyak (karena saya pernah dengar kalau ada yang tertipu sampai jutaan). Setidaknya, -pikir saya- saya tahu sistem dan mekanisme kerja mereka.

Tiba-tiba, teman saya menghentikan saya. Menanyakan saya. Mencegah saya. Awalnya kita sempat berdebat. Saya matikan telpon. Saya jelaskan bahwa saya sadar tentang konsekuensi ini. Saya jelaskan alasan di atas. Tapi teman saya tetap memaksa saya untuk tidak melakukan hal itu. Disisi lain, handphone saya terus berdering. Maka saya langsung ambil keputusan. Saya berpura-pura mentransfer saja.

“setelah itu tekan Ok mas” Katanya. “sudah mas” ucap saya, pura-pura. “oh, ya mas. Terus di layar ada tulisan apa mas?”, saya kaget ditanyai seperti itu. Saya mencoba berdalih dan berkelit, tapi “dia” terus saja “menekan” saya. “mas mau ambil hadiahnya apa tidak? Kalau tidak, hadiah ini akan hangus”bujuknya. Saya pun bingung mau berpura-pura apalagi. Akhirnya telpon saya tutup.

Rabu, 01 Juni 2016

Modus penipuan SMS berhadiah (part I)

Cerita ini merupakan relita, pengalaman pribadi penulis.
Sebelum hal ini terjadi, sebenarnya saya sendiri sudah sering mendengar perihal penipuan lewat sms. Baik yang mengaku dari suatu lembaga, hingga yang mengaku orang terdekat seperti mengaku pacar saya (sms ini yang paling saya tidak peraya. Mana mungkin pacar saya sms seperti itu, emang pacar saya kere? Wong pacar saja gak punya. Hehe...). atau bahkan, beberapa berita ada yang menyebutkan hingga korban dihipnotis melalui telepon. sebelum-sebelumnya saya juga tidak jarang mendapatkan dan mengabaikan sms yang seperti itu. Namun, waktu itu entah. Nyaris saja saya kena jebakan “mereka”, kalau tidak dinasehati ulang oleh teman saya dan pulihnya akal sehat saya.
Waktu itu hari Jum’at, kebetulan saya sedang berada di warnet. Sekitar jam 09.00 pagi. Pada hari itu, saya mendapat 2 sms yang bernada sama, intinya saya disuruh menghubungi ke nomor yang tertera agar mendapatkan hadiah uang x-juta.
Karena saya kebetulan di warnet, maka saya iseng saja ingin menelusuri kebenarannya dan berniat membuktikan kebohongannya kepada publik.
Dari sms pertama yang berasal dari salah satu operator jaringan selular yaitu Indos*t, yang memang saya adalah pengguna layanan jaringan tersebut. Dalam sms tersebut menyebutkan bahwa dalam rangka ulang tahun Indosat, saya mendapatkan suatu hadiah. Maka dengan mudah saya temukan di google bahwa hari itu, operator tersebut tidak sedang ulang tahun. Malahan ada judul yang menyebutkan yang intinya “hati-hati terhadap modus penipuan atas nama ulang tahun Indos*t...”. dengan ini saya sangat yaqin bahwa saya tidak percuma membuang waktu beberapa menit untuk membuktikan hal tersebut (padahal sebaliknya. Hehe).
 
Sms yang kedua berasal dari sebuah Bank B*I. Kebetulan saya memang nasabah bank tersebut. Di sms tersebut saya juga disuruh menghubungi nomor yang sudah tertera dan sebagai penguat, di sms tersebut juga mencantumkan sebuah web/link. Menurut sms tersebut, saya mendapat hadiah karena ada acara rutin undian berhadiah Bank tersebut. Waktu itu saya tidak kepikiran untuk melacak periode pengundian Undian berhadiah Bank tsb. Hanya saja, ketika saya tahu kalau undian itu memang sering diadakan oleh Bank tsb dan ketika saya mengecek web yang tertera di sms, saya mulai sedikit penasaran tentang kebenarannya. Jangan-jangan ini memang beneran, karena meskipun web itu berakhiran webly.com , saya beranggapan bahwa bisa saja Bank tersebut memang mengalihkan untuk event rutinan undian berhadiah tersebut dengan web lain. Web gratis. Di sisi lain, tampilan web itu sangat meyakinkan. Hampir sama dengan web utamanya.
Meskipun sebenarnya, alasan saya percaya lebih karena ketidaktahuan saya kalo web seperti itu (webly.com) adalah web/blog gratisan.
 
.....

Rabu, 25 Mei 2016

Serasah

oleh : Imam hr Mahtum


Dedaunan kian me-maroon kan warnanya

Rebut riuh berdesakan dengan yang coklat keemasan

berebut tempat

Tuk sekedar mengisi taman – taman

Kehidupan

 

Bersama gelitikan angin-angin

Terbanglah para daun

Dengan detik-detik waktu

Tuk sekedar memamerkan keromantisan

Di bawah rona-rona langit itu

 

Serasah…

Sebagaimana yang tak terhiraukan

Kau yang menyebabkan humus itu ada

Tuk bekal kehidupan di masa depan

 

Yogyakarta, Sya’ban 1435 H

Rabu, 18 Mei 2016

Borneo, Celebes dan Aru



Perjalanan Alfred Wallace Russel
[resensi]

                Suatu ketika, saya diajak jalan2 ke toko buku (di daerah Jogja) sama temen saya.     Yah, karena saya jarang/bahkan gak pernah ke toko buku sebelumnya. Maka, Iseng-iseng saya ikut, sekalian kenalan sama Jogja (karena kebetulan itu tahun2 pertama saya di jogja). Hingga akhirnya, saya bertemu dengan rak/meja buku yang bertuliskan “Rp. 10.000 – Rp. 20.000”. yah, mungkin inilah salah satu alasan kenapa kemudian saya membeli buku “Borneo, Celebes dan Aru”, karangan Ilmuwan Biologi Alfred Wallace Russel.

Kalau mendengar kata Wallace, pasti kita akan terngiang-ngiang pelajaran SD atau SMP tentang suatu garis imajiner , tentang hewan-hewan yang berkantong (wilayahnya),hewan mamalia pemanjat dan hewan peralihan. Ya, beliau lah, bapak pencetus/penemu pembagian hewan di Indonesia berdasarkan garis Wallace (atas biogeografi Indonesia) , bapak Alfred Wallace Russel. Mungkin sepintas itu bukan suatu hal yang “heboh”/menggemparkan atau tidak begitu terasa langsung manfaatnya. Namun siapa sangka,berdasarkan penemuan teori itu yang kemudian melatarbelakangi munculnya salah satu teori (biologi) yang menggemparkan dunia, “EVOLUSI”.

                Ya, yang jelas buku ini merupakan buku biologi, terutama untuk pecinta lingkungan atau biologi makro. Buku ini merupakan bagian dari buku Alfred yang terkenal, yaitu The Malay Archipelago. Pada pengantar buku ini, dijelaskan bahwa Alfred Wallace Russel melakukan di pulau-pulau tersebut selama kurang lebih 8 Tahun (1854 – 1862). Dari perjalanan yang cukup lama tersebut, beliau berhasil mengumpulkan sejumlah 230 ribuan spesies fauna, FANTASTIS bukan?. Selain itu, dalam pengantar juga disebutkan bahwa Alfred adalah pengagum Charles Darwin. Hal ini ditunjukkan ketika Alfred sering mengirimkan surat yang disertai makalah-makalahnya kepada Darwin. Salah satu yang kemudian terkenal dan menjadi kerangka dasar teori seleksi alam Charles Darwin yakni On The Tendency of Varieties to Depart Indefinitely from the Original Type. Wow… ternyata dibalik teori terkenal/kontroversial Charles Darwin, ada cerita tersembunyi yang jarang terungkap yah…

 

                Secara umum, dalam buku ini menceritakan tentang perjalanan Wallace selama di Nusantara,semacam diari gitu. Cerita-cerita tersebut menjadi sangat menarik dan menjadi karya sastra (mungkin) karena penggambaran di dalam setiap cerita yang disampaikan Wallace begitu detail, seolah pembaca berada / akan dibawa ke waktu itu.  Seperti misal cerita saat gempa bumi di Celebes, yakni di Rurukan.

” Tana Goyang-Tana Goyang-Tana Goyang (Gempa Bumi!) setiap orang berarian keluar rumah mereka – para perempuan menjerit dan anak-anak menangis- dan saya pikir akan bijaksana untuk pergi keluar juga. ……..

Dengan jarak waktu 10 menit samapi 1 jam, guncangan dan getaran lemah terasa , kadang-kadang cukup kuat untuk mengusir kami semua keluar. Ada suatu campuran yang aneh antara takut dan lucu dalam situasi kami. ….

Pada satu sisi, fenomena alam yang paling mengerikan dan merusak sedang beraksi di sekitar kami. Di sisi lain pemandangan dari banyak laki-laki , perempuan, dan anak-anak yang berlarian ke dalam dan keluar rumah mereka, yang setiap kalinya terbukti bahwa itu kekhawatiran yang tidak beralasan……. .”

 

                Dari situ, beliau seolah terkesan dengan fenomena yang sedang terjadi, termasuk fenomena sosial yang ada. Selain itu, yang pasti adalah penggambaran fauna dan flora yang ada. Seperti misal ketika di Borneo :

“ … tanpa meluangkan banyak waktu untuk pencarian saya mengumpulkan  50 spesies pakis di Borneo, dan saya tidak ragu bahwa seorang ahli botani yang baik akan menemukan dua kali jumlah itu. Kelompok anggrek yang menarik sangat banyak jumlahnya, tetapi, pada umumnya, Sembilan per sepuluh dari spesiesnya memiliki bunga yang kecil dan tidak menarik perhatian. Yang merupakan pengecualian diantaranya adalah Coelogynes yang indah, yang berbunga kuning dalam kelompok besar menghiasi hutan-hutan suram, dan tumbuhan yang paling luar biasa, Vanda lowii, yang terdapat banyak terdapat di dekat beberapa mata air panas di kaki pegunungan Penin-jauh. Tumbuhan ini tumbuh di dahan-dahan pohon yang rendah, dan tandan bunganya yang aneh sering tergantung ke bawah sehingga hampir mencapai tanah. Biasanya panjangnya enam atau delapan kaki, memuat bunga-bunga berdiameter 3 inci yang lebar dan indah, dan warnanya beraneka ragam dari oranye sampai merah, dengan bintik-bintik ungu merah-tua. Saya mengukur satu tandan, yang panjangnya luar biasa, Sembilan kaki delapan inci dan memuat 32 pasang bunga, terangkai dalam bentuk spiral pada tangkai tipis yang seperti benang…”

                Beberapa  pertimbangan menurut teman saya (yang sering baca karya terjemahan), penerbit/penerjemah juga sangat berperan dalam kemudahan pembaca untuk memahami, dan untuk buku ini saya pribadi tidak terlalu banyak komen. Apakah buku ini “enak” dan mudah dipahami, atau sebaliknya.

Maklum,saya ra pati dong.an ncen orange. Haha…

 

                Di akhir cerita, saya mulai “berpikir-pikir”. Ketika barat dengan asyiknya sudah mulai menjarah kekayaan alam ilmu di tanah air (1854) , saya malah masih mikir-mikir saja, tanpa berbuat apa. Atau bahkan berdebat kusir di kursi kuliahan, tanpa hasil apa-apa. Haha…(serius ini).

Mungkin kita terpaut jauh (dengan barat). Bahkan kebabasan baru kita peroleh 1 abad berikutnya, baru sebuah kata “kebebasan” diteriakkan di Indonesia.

Tapi yang jelas, mari berdo.a. semoga orang-orang yang (terutama) seperti saya ini cepet sadar, dan mengerti bahkan lebih dari itu.

benar-benar di do’akan yah…

Amin.

Terima kasih.

 

Yogya-BWI

Januari 2014

Rabu, 11 Mei 2016

Efektifitas Metode Pembelajaran : menelaah film Anime Assasination Classroom *)


 

 

“Jadi Guru itu tidak usah punya niat bikin pintar orang. Nanti kamu hanya marah-marah ketika melihat muridmu tidak pintar. .... yang penting menyampaikan ilmu dan mendidik yang baik. Masalah muridmu kelak jadi pintar atau tidak, serahkan kepada Allah. Di do’akan saja terus menerus agar muridnya mendapat hidayah” – KH Maimoen Zubeir


Ketika penulis –yang kebetulan prodi kependidikan- sedang melakukan PLP (praktik mengajar), beberapa poin yang penulis catat secara pribadi diantaranya yaitu terkait keefektifan metode pembelajaran. Beberapa kali penulis menerapkan metode pembelajaran semisal Problem Based Learning (PBL), Galery of Learning, Numbered head together (NHT), dan beberapa lagi, muncul masalah lain yang dirasa penulis, yaitu kurang maksimalnya konten pengajaran yang disampaikan. Hal ini diakibatkan karena efek dari persiapan – persiapan yang perlu/dituntut dalam pembelajaran tersebut. Seperti contoh, dalam metode PBL pengajar perlu mencari masalah-masalah keseharian yang terkait dengan materi, umumnya permasalahan yang diambil dari media massa, dalam metode Galery of Learning perlu mempersiapkan peralatan – peralatan yang menunjang dalam pembelajaran seperti pencil warna/spidol, kertas Bufallo, atau membuat skenario dalam pembelajaran NHT. Di sisi lain, terdapat tuntutan administratif lain seperti membuat RPP, soal-soal untuk ulangan, hingga PPT. Maka konten materi akan sedikit teralihkan oleh berbagai hal tadi.

Perlu penulis tekankan bahwa cerita pengalaman di atas bukan bermaksud membuat semacam kesimpulan bahwa metode pembelajaran dapat mengurangi efektifitas pembelajaran. Hal tersebut sungguhlah kurang sopan dan pastinya kurang valid dan tidak ilmiah. Namun, pengalaman di atas membuat penulis setidaknya melakukan refleksi dan evaluasi, apakah semua metode bisa diterapkan di semua kondisi “lapangan”? apa esensi penggunaan metode pembelajaran itu? Dalam skala prioritas, manakah hal yang paling penting/ didahulukan diantara Konten (pengetahuan) materi, metode, silabus, RPP, media, sumber belajar? Atau bagaimana pembelajaran yang efektif itu?

Seperti yang kita ketahui, pembelajaran merupakan suatu proses. Sejalan dengan  dawuh kanjeng Nabi bahwa pembelajaran merupakan proses yang berlangsung sepanjang hayat. Pembelajaran yang akhirnya menghasilkan suatu pengalaman dan sikap/ akhlaq-akhlaq yang sewajarnya dimiliki oleh para pembelajar. Proses pembelajaran bisa dilaksanakan dimana saja dan kapan saja, selama ada sarana dan sumber untuk belajar. Namun untuk pembelajaran di dalam kelas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Seperti halnya menurut Trianto , terkait pembelajaran di kelas adalah usaha sadar dari seorang guru untuk membelajarkan siswanya (mengarahkan siswa dengan sumber belajar lainnya) dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Maka keberadaan guru merupakan salah satu faktor yang penting dalam suatu proses pembelajaran.

Salah satu yang hal yang dilakukan guru/tenaga pengajar pastinya adalah mengajar. Entah mengajar dengan metode-metode tertentu ataukah hanya mengajar saja (ceramah). Mengajar pada intinya adalah proses interaksi pengetahuan antara siswa dengan guru. Menurut Gus Mus, mengajar berbeda dengan mendidik. Mengajar lebih cenderung menyampaikan informasi atau pengetahuan. Sedangkan mendidik lebih pada membentuk karakter dan bahkan membimbingnya menuju kesejatian dirinya. Seperti contoh ketika mendengar kisah KH Ali Maksum Krapyak (terutama ketika haul) yang mengajar dan mendidik para santri hingga santrinya “menjadi orang” dengan bermacam – macam karakter, seperti politisi, budayawan, pemimpin, hingga kyai yang berperan ganda (tidak hanya kyai). Hal ini secara sederhana digambarkan dalam film anime jepang yang berjudul Assasination Classroom, terdapat karakter seorang guru yang mampu mengajar dan mendidik, serta mengembangkan masing-masing jati diri dari para siswanya. Maka dari itu, porsi mendidik akan jauh lebih berat dibandingkan dengan porsi mengajar.

Menurut penulis, meski film ini berisi tentang suatu kelas yang didik untuk membunuh (sesuai judulnya), namun film ini mengandung positif lain, yakni kritik terhadap suatu sistem pendidikan. Sistem pendidikan yang ternyata malah “menghasilkan” siswa yang pintar dan siap untuk kerja tanpa memperhatikan keinginan sejati si siswa. Bukan menjadikan siswa menjadi “dirinya sendiri”. Dalam film tersebut diceritakan bahwa terdapat suatu sekolah elit yang memiliki sistem sekolah yang ketat. Semua murid harus bersaing dan berkompetisi untuk mendapatkan peringkat di kelasnya. Dan ketika mereka mendapat peringkat terburuk di kelasnya, mereka akan “diasingkan” di kelas E, kelas yang mendapat stempel kelas terburuk atau kelas “buangan” siswa-siswa peringkat terbawah dari kelas lain. Kelas itu pun ter-isolasi jauh dari gedung utama sehingga membuat siswa yang berada di kelas tersebut malah memiliki mental yang pesimistis dan enggan untuk belajar. Namun, suatu ketika ada seorang mahkluq (seperti alien) super yang datang dan menjadi guru sekaligus walikelas di kelas itu. Singkat cerita, dengan gaya mengajar yang khas dan sangat memahami karakter masing – masing siswa di kelas E, guru tersebut –yang bernama guru Koro- dapat meningkatkan kemampuan dan karakter masing – masing individu dan bahkan dapat mengalahkan kelas favorit (kelas A), baik dalam bidang olahraga bahkan dalam bidang mata pelajaran.

Salah satu hal yang menarik dan menjadi perhatian penulis adalah cara guru mendekati para siswa. Guru tersebut selalu berusaha mendekati siswa dengan berbagai macam cara sesuai dengan karakter siswa itu sendiri. Seperti contoh ada seorang siswa yang jenius dan usil (diperankan oleh Karma), guru tersebut mendekatinya dengan sindiran dan keusilan yang membangun, hingga memberinya kesempatan mengajar teman sebayanya. Hal tersebut menimbulkan motivasi dan rasa solidaritas terhadap sesama temannya. Ada juga karakter seorang yang cukup pintar, baik, tenang dan cukup pendiam (diperankan oleh Nagisa). Guru tersebut memanfaatkan ketenangannya untuk melawan beberapa “musuh” pembunuh yang cukup berbahaya. Sehingga kepercayaan siswa tersebut berkembang dan motivasi belajarnya juga meningkat. Dan beberapa siswa lain juga, seperti terdapat siswa yang suka sains, maka guru tersebut membebaskannya untuk meneliti dan memberinya sedikit nasehat yang bijak, siswa yang suka novel/sastra maka guru tersebut akan memberinya berbagai karya sastra dunia, dan lain lain. Dan yang terpenting, guru tersebut selalu “mendampinginya”.

Film ini mengingatkan penulis pada dawuh Sunan Bonang yang berbunyi ; menehono teken marang wong kang wuto,menehono mangan marang wong kang luwe,.... (dalam Kumpulan Esai D. Zawawi Imron, 2000). Bagaimana kalau semisal memaksakan seorang murid untuk hapal dan pintar biologi, padahal ternyata murid itu suka menghitung, suka bersosial, suka elektronik. Bagaimana jika murid itu hanya membutuhkan tongkat saja, namun disediakan berbagai metode pembelajaran yang menyediakan nasi, berbagai macam lauk pauk, aneka jus buah dan makanan lain?

Meskipun di film tersebut tidak menampilkan secara keseluruhan sistem pengajaran di kelas – semisal terkait metode pembelajaran - , namun secara umum dapat ditangkap beberapa pesan (menurut penulis) yaitu pertama seorang guru/pengajar harus menguasai materinya. Kedua, seorang guru ternyata tidak harus membuat semua  siswa pintar tentang bidang materi tertentu meski tetap harus berusaha menyampaikan konten materi secara maksimal. Ketiga, hal yang terpenting dalam pembelajaran adalah bagaimana membuat seseorang dapat belajar. Keempat, seorang guru idealnya benar-benar mengetahui karakter berbagai macam siswanya, sehingga tidak salah memberikan tongkat atau nasi?

Bagaimana kalau siswanya banyak sekali? Ya, mungkin ngikut dawuhnya Kyai Maimoen yang di atas saja.

Dan Bukankah dalam Al Qur’an sendiri, banyak ayat yang menegaskan bahwasanya malah ilmu, hidayah, itu adalah urusan Allah SWT. Seperti diantaranya termaktub dalam Q.S Al Baqoroh : 32, 255, Q.S Al Qoshosh : 56, Q.S. Yunus ; 25, Q.S. Ar Ra’du : 27, Q.S. Ibrohim : 4, Q.S. An Nahl : 93, Q.S. Fathir : 8, Q.S. Al Mudatssir : 31, dll ?

Lantas, bagaimanakah metode pembelajaran yang efektif itu? Jangan – jangan, masalah di atas (tentang pembelajaran selama masa PLP) hanya murni kesalahan penulis belaka, yang memang butuh banyak jam terbang lagi.

Diakhir tulisan ini, penulis teringat salah satu puisi  (kyai) D. Zawawi Imron yang berbunyi ; .... Dubur Ayam yang mengeluarkan telur, lebih mulya dari mulut intelektual yang menjanjikan telur.

Wallahu a’alam

 

Beberapa rekomendasi bacaan :

Imron, D. Zawawi. 2001. Gumam-gumam dari Dusun ; Indonesia di Mata seorang Santri. Bandung : Pustaka Hidayah.

Trianto. 2010. Model pembelajaran terpadu dalam teori dan praktek. Jakarta:Prestasi Pustaka

Beberapa video ceramah Gus Mus dan Pembacaan Puisi D. Zawawi Imron

 *)  Untuk memenuhi tugas Madrasah Diniyyah mata pelajaran Teknologi Pembelajaran pengampu Ust. Akhda Najmu Tsakib

Kamis, 31 Desember 2015

Ringkasan Kitab Jawahirul Kalamiyah



Ini ringkasan kitab Jawahirul Kalamiyyah, tapi untuk bab penutupnya belum. dan untuk alasan kemudahan ( masalah kuota internet. ribet donlat-donlot,dll). maka semua ringkasan saya tumplek disini semua, 5 lembar. 
sebelumnya saya ucapkan terima kasih sebesarnya kepada ustadz saya, paling tidak selama kurang seminggu, saya (yang sangat pemalas) bisa membuat 2 tulisan. haha...
semoga bermanfaat!!! 
dan dibaca dulu yah. karena ada yang salah ketik, mungkin.


            Kitab ini secara struktural terdiri dari enam pembahasan (bab), ditambah satu pengantar dan satu penutup. Penjelasan/ringkasannya adalah sebagai berikut :

-Pendahuluan –
Pada pembahasan ini hanya terdiri dari 4 masalah (pertanyaan).  Membahas tentang pengertian Aqidah Islamiyyah, Islam, dan rukun iman. Aqidah islamiyyah merupakan semua perkara yang harus diyakini oleh orang-orang islam. Adapun untuk islam adalah pengakuan baik secara lisan/formal dan hati/informal tentang ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, dan pastinya meyakini kebenaran yang dibawakan oleh beliau. Dan sendi-sendi/rukun dari aqidah islam yakni rukun iman yang enam.

-Pembahasan Pertama-
Tentang Iman kepada Allah
Pada pembahasan ini memaparkan tentang Iman kepada Allah SWT, tentang  cara-cara meyakini-Nya. Secara Global cara iman kepada Allah SWT yakni meyaqini bahwa Allah memiliki sifat Kesempurnaan dan suci dari segala sifat kekurangan.  Sedangkan detailnya, yakni mengimani bahwa Allah SWT memiliki sifat wajib yang 20. Sifat tersebut yaitu Wujud,terdahulu (Qidam), kekal(Baqa’), berbeda dengan makhluk (Mukholafatuhu lil hawaditsi), berdiri sendiri (Qiyamuhu binafsihi), Esa (Wahdaniyah), Hidup(Hayat), mengetahui(‘Ilmun), kuasa(Qudroh), berkehendak(Irodah), mendengar(Sama’), melihat (Bashor)dan berfirman (Kalam), serta Dia adalah Zat yang Maha Hidup, Maha Berkehendak, Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Berfirman. Allah SWT berbeda dengan Makhluk karena sesungguhnya tidak ada sesuatupun yang menyerupai Zat-Nya, Sifat-Nya,  tidak pula pertbuatan-Nya, dan segala hal yang berkaitan dengan Makhluk, karena apapun yang kita fikirkan/terlintas dalam hati maka Allah SWT tidak seperti itu.
            Adapun untuk meyaqini sifat-sifat mustahil bagi Allah SWT, yakni Allah mustahil memiliki sifat perlawanan dari sifat wajib di atas. Dan juga Allah Memiliki sifat yang boleh/sah-sah saja dilakukan bagi Allah. Sifat tersebut yaitu melakukan hal-hal yang mungkin atau tidak mungkin terjadi.
Selanjutnya, penjelasan mengenai beberapa ayat yang menyandarkan Allah SWT dengan suatu hal yang menyerupai sifat makhluk. Dibagi menjadi dua pendapat secara umum (ulama’ kholaf dan ulama’ modern) seperti sebagai berikut ;
1.      Ayat : “Arrahmaanu ‘alal ‘arsyistawa (Allah yang Maha Pemurah bersemayam diatas ‘Arsy) ” berkmasud bahwa bersemayam-Nya Allah SWT dimaklumi (dengan keagungan-Nya) sedangkan bagaimana caranya tidak dapat diketahui. Begitu juga dengan ayat penyandaran kepada Allah SWT tentang “dua tangan (QS.Al-Fath : 10 dan QS. At-Thuur ; 48), “beberapa Mata (QS. At-Thuur ; 48)”, berdasarkan takwil Ulama’ kholaf semua itu harus disandarkan kepada diri-Nya (berdasarkan kitab dan nabi-Nya). Begitulah pendapat Ulama’ salaf (muqoddimin).
2.      Adapun takwil ulama’ modern menafsiri ; “bersemayam” dengan berkuasa, “tangan” dengan “kenikmatan” atau “kekuasaan”, “beberapa mata” dengan  “menjaga” dan “mengawasi”. Semua memakai tanda petik (“__”).
3.      Pendapat ulama’ salaf lebih kuat karena dianggap lebih aman (selamat) dan bijaksana.

-Pembahasan Kedua-
Tentang Iman Kepada Malaikat Allah
-          Malaikat adalah jism yang halus dari cahaya (nur) dan tidak mempunyai sifat seperti manusia serta tidak durhaka pada Allah SWT.
-          Manusia tidak dapat melihat manusia kecuali para Nabi, atau bisa jika malaikat itu berubah/berjism seperti manusia
-          Adapun beberapa tugas malaikat adalah penghubung antara Allah dan Nabi, Pengawal hamba Allah, pencatat ‘amal, dll.

-Pembahasan Ketiga-
Tentang Iman Kepada Kitab Allah
-          Harus meyakini bahwa Allah menurunkan kitab-Nya kepada para nabi sebagai penjelas,perintah, larangan, janji, serta ancaman-Nya.
-          Kitab-kitab yang diturunkan Allah yaitu kitab Taurat kepada nabi Musa a.s. , kitab Zabur kepada nabi Dawud a.s, kitab Injil kepada nabi Isa a.s., serta kitab suci Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad S.A.W.
-          Namun 2 kitab terdahulu, menurut para Ulama’ telah terjadi perubahan. Seperti pada kitab Taurat yang tidak ada penjelasan tentang surga, neraka, hari kebangkitan, hari berkumpul, dan hari pembalasan. Kitab Injil yang dihimpun oleh 4 orang yang tidak pernah bertemu nabi Isa a.s.,yaitu Martius, Markus, Lukas dan Yuhana.
-          Sedangkan khusus kitab Al-Qur’an, merupakan kitab yang Mulia yang merupakan mukjizat terbesar. karena Al-Qur’an bisa berlaku sepanjang masa, tidak dapat ditandingi oleh siapapun dan apapun serta sudah terbukti kemukjizatannya baik sejak jaman Nabi SAW sampai sekarang.

-Pembahasan Keempat-
Tentang Iman kepada Rasul (utusan)
-          Kita harus meyakini bahwa Allah SWT mengutus para Rasul/utusan sebagai rahmat dan anugerah-Nya kepada umat manusia. Para utusan sendiri dibagi menjadi dua, yakni nabi dan Rasul. Nabi yaitu manusia yang diberi wahyu dengan syari’at agama dan Rasul yaitu ketika wahyu tadi diperinthkan untuk disampaikan. Untuk banyaknya para nabi tidak diketahui dengan pasti, namun Beberapa nabi dan rasul yang disebutkan dalam Al-Qur’an ada 25 yakni ; Adam, Idris, Nuh, Hud, Sholeh, Ibrahim, Luth, Isma’il, Ishaq, Ya’kub, Yusuf, Ayyub, Yunus, Su’aib, Musa, Harun, Dzulkifli, Dawud, Sulaiman, Ilayas, Al-Yasa’, Zakaria, Yahya, Isa, Muhammad SAW.
-          Mukjizat merupakan sesuatu hal yang luar biasa yang tampak pada seseorang yang mengaku nabi. Beberapa hikmah mukjizat yakni diantaranya untuk membuktikan kebenaran terhadap apa yang mereka sampaikan.
-          Adapun pengertian sihir dan karomah yaitu sihir sesuatu yang “sepintas” tampak luar biasa yang bisa dimiliki oleh siapa saja, meski hakikatnya tidak luar biasa. Sedangkan Karomah adalah sesuatu yang luar biasa yang tampak dari seorang wali (orang pilihan selain nabi dan rasul). Perbedaan antara sihir, karomah dengan mukjizat yaitu mukjizat  bersumber dari Allah dan hanya kepada Nabi dan Rasul, karomah yaitu bersumber dari Allah dan hanya diturunkan/dimiliki oleh orang2 pilihan (Wali) Allah. Sedangkan sihir yaitu bersumber dari hawa nafsu dan bisa dimiliki oleh siapa saja.
-          Sifat-sifat yang wajib dan mustahil bagi para nabi a.s . sifat wajib terdiri dari sifat Shiddiq (benar), Amanah (dipercaya), Tabligh (menyampaikan) dan fathonah (cerdas). Sedangkan sifat mustahil yaitu perlawanan dari sifat wajib tadi (Kadzib, Ishyaan, kitman, ghaflah). Dan terakhir yakni sifat jaiz yang oleh para nabi yaitu hal-hal yang dialami oleh manusia biasa seperti makan, minum,sakit, dll serta hal tersebut tak mengurangi martabat mereka. Hal ini juga bisa menjadi hikmah seperti sakit akan menampakkan keteguhan dan kesabaran mereka (para nabi), dll.
-          Pada intinya nabi memiliki sifat keindahan dan bersih dari segala sifat yang menimbulkan cela, baik lahir, maupun batin, perkataan maupun perbuatan.
-          Adapun khusus untuk Nabi Muhammad SAW yaitu memiliki beberapa kelebihan yang melebihi nabi yang lainnya, yaitu karena beliau nabi yang paling utama, diutus untuk seluruh ummat manusia dan penutup para nabi. Dikatakan demikian karena meski nabi Isa a.s. kelak akan turun lagi, akan tetapi tidak membawa syariat baru dan mengikuti hukum/syariat nabi Muhammad SAW. Perihal mukjizat Nabi Muhammad SAW diantaranya yaitu Al-Qur’an sebagai  mukjizat yang paling agung dan paling mulia. Selain itu jari-jari beliau memancarkan air, memperbanyak makanan, dll.
-          Perjalanan Nabi Muhammad merupakan perjalanan yang secara mutlak hidup yang terbaik dan hal ini tidak hanya diakui oleh orang islam, bahkan kafir (orientalis) pun mengakuinya. Manusia paling mulia nasabnya dan paling tinggi paling tinggi kedudukannya. Selalu menyambung tali silaturrahmi, penolong orang yang sedang kesusahan, penyabar, dan sifat mulia lainnya. Maka sempurnalah orang yang mengikuti jejak beliau dari segi ilmiah dan amaliah.
-Pembahasan Kelima-
Tentang iman kepada hari akhir
-          Hari kiamat merupakan hari yang sangat dahsyat. Dimana berisi hari pembangkitan, perhitungan amal (hisab) dan berkahir ke kenikmatan atau siksa (pembalasan). Dan hari itu pasti akan datang. Cara meyakininya yaitu dengan meyakini bahwa ada pertabyaan kubur, kemudian ada nikmat dan siksa kubur, kemudian dikumpulkan dalam keadaan hidup seperti semula serta adanya buku catatan, surga dan neraka. Kemudian di dalam kubur juga ada taufiq (pertolongan) dari Allah SWT bagi orang yang beriman dan beramal sholeh. Dan perihal mayat/matinya tidak di kubur, maka itu tetap sama dengan mayat yang dikubur. Meski di kubur sudah ada siksa dan nikmat, namun manusia tidak dapat melihatnya karena itu sebagai ujian apakah kita beriman dengan hal yang gaib atau tidak.
-          Al-Shirath ialah suatu jembatan yang harus dilalui oleh semua manusia yang terbentang di atas neraka jahannam dan tujuan/ujungnya adalah surga. Jika orang itu beriman, maka dia akan berjalan seperti kuda, kilat atau sangat lamban. Dan bagi orang yang kafir dan orang-orang mukmin yang bermaksiat maka akan tergelincir dan jatuh ke neraka.
-          Pada hari pembalasan akan ada/berlaku Syafaat (pertolongan) kepada seseorang yang akan diberikan oleh Para Nabi, para Wali, para Ulama’ yang selalu beramal, para Syuhada’. Syafaat tersebut tidak berlaku pada orang kafir.
-          Adapun kautsar yang diberikan Allah kepada nabi Muhammad SAW adalah sungai di surge yang airnya lebih putih daripada air susu dan lebih  manis daripada madu.
-          Orang mukmin sudah taat setelah di hisab akan masuk surga begitu juga dengan orang mukmin yang bermaksiat setelah di hisab dengan ampunan Allah. Mereka kekal di dalamnya. Sedangkan orang yang atau munafik sesudah di hisab mereka tetap masuk neraka, kekal abadi di dalamnya.
-          Surga adalah rumah kenikmatan yang kekal dan neraka adalah rumah siksaan yang kekal.

-Pembahasan Keenam-
Tentang Iman kepada Qadha’ dan Qadar
-          Kita harus meyakini bahwa sesungguhnya semua yang kita lakukan (makan, minum, tidur,dll) dan kita usahakan adalah karena iradah dan takdir Tuhan sejak jaman azali dan telah diketahui-Nya. Sedangkan hamba/manusia diberi akal yang dapat membedakan antara yang baik dan yang jelek. Usaha itu mengiri-ngiringi takdir
-          Untuk hasil perbuatan yang telah diikhtiarkan oleh hamba, jika itu baik maka akan mendapatkan pahala. Namun, jika itu jelek/buruk maka akan mendapatkan dosa. Sesungguhnya tidak bisa diterima logika jika semua perbuatan buruk/maksiat-pun sudah ditakdirkan oleh Allah SWT, karena hamba juga memiliki kehendak juzz’iyyah yaitu berupa akal, kemampuan dan ikhtiar.
-          Kesimpulan dari bab ini, tiap-tiap mukallaf wajib meyakini bahwa semua hal yang dilakukannya, baik maupun buruk itu adalah Kehendak, Takdir dan Pengetahuan Allah SWT. Akan tetapi, perbuatan baik diridhoi-Nya sedangkan perbuatan buruk tidak. Dan masing-masing hamba juga memiliki kehendak Juzz’iyyah.
-Penutup-

Pengingat!

Kemarin malam, tiba-tiba saya mendapat SMS dari teman saya bahwa lagu Bird song-nya Letto keren, sedangkan lagu Senyumanmu itu buat Kanjeng Nabi. Apa aku bilang. Letto memang ..... (Silahkan dinikmati sendiri lagunya. Hehe...)
***
Semenjak blog ini terbit, yakni pertengahan tahun 2014, saya memang baru memposting beberapa tulisan. Ya, hanya beberapa. Terutama karena kemarin (2015), saya sama sekali tak menulis (di blog). Ada ingatan (bahwa saya punya blog) dan niatan, kemarin-kemarin (beberapa bulan terakhir) untuk me ngunjungi tulisan saya. Tapi, spertinya niatannya tidak jelas. Kurang kuat.
Kemudian, saya (suatu ketika) memikirkan blog ini lagi. Dan mempertanyakan kembali, kenapa dulu saya membuat blog? Apa tujuan saya? Mau dibawa kemana blog saya? Saya tiba - tiba semacam menyalahkan diri sendiri, "niat gak e awakmu tum?". Ya, jangan - jangan saya hanya terombang ambing oleh keadaan lingkungan (waktu itu) atau jangan - jangan saya sebenarnya hanya ikut - ikutan?
"Apa sebenarnya niatan kamu tum?"
***
Terlepas dari hal di atas, hari ini, saya benar-benar tidak bermaksud untuk menyambut baru (dengan memosting tulisan ini). Sebenarnya tulisan ini mau saya tulis kemarin, tapi lupa. Hehe... Karena, setidaknya di catatan blog ini, tahun 2015 tidak sama sekali kosong.  Rencana-nya. Tapi ya sudahlah. Toh, siapa yang mau list blog saya. Hihi...
***
Menulis menurut saya menuntut suatu pemahaman, setidaknya dalam beberapa hal (?).
Yang jelas, saya hanya sekedar belajar untuk memahami suatu hal. Itu saja.

Dan, tentu saja, mengingatnya.